Home / Uncategorized / Mafia Human Trafficking di tangkap mabes polri
Mafia Human Trafficking di tangkap mabes polri

Mafia Human Trafficking di tangkap mabes polri

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri membongkar sindikat kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Jaringan Abu Dhabi dan Suriah. Dari penangkapan ini, petugas menangkap delapan tersangka.

Untuk jaringan Suriah terdapat dua orang korban berinisial RF dan NVI. Sementara tersangka pelakunya adalah Pariati (51) dan Baiq Hafizah alis Evi (41).

Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, praktik jual beli manusia itu dilakukan oleh Pariati dan Baiq Hafizah sejak September 2014 hingga Desember 2016. Mereka merekrut para korbannya sebagai calon TKI ke Suriah.

Ari mengungkapkan, para pelaku menggunakan modus operandi dengan memalsukan identitas korban. “Nama korban tidak sesuai dengan aslinya dan tahun lahir korban yang dituakan,” kata Ari di Bareskrim Polri, gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Sebagian besar korban berusia masih di bawah umur. “Anak ini identitasnya dipalsukan. Kemudian dijanjikan dipekerjakan di Qatar dengan gaji Rp 4 juta per bulan. Di mana korban pada saat berangkat masih berumur 14 tahun, kemudian dibuatkan identitas palsu menjadi 19 tahun,” terang Ari.

Dari penuturan seorang korban, diketahui mereka dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga dan dijanjikan gaji bulanan sebesar US$ 1.000 (kurang dari Rp 3 juta) untuk kontrak kerja selama lima bulan.

“Pada majikan pertama dan kedua korban tidak digaji. Sedangkan pada majikan ketiga, korban mendapatkan gaji US$ 200 selama lima bulan,” tambah Ari.

Bukan hanya digaji tidak sesuai janji, namun korban mengaku disiksa majikannya selama bekerja. Beruntung, korban berhasil melarikan diri dan mengadukan nasibnya ke KBRI Suriah di Damaskus.

Diduga, para pelaku mengambil keuntungan dari hasil kejahatannya ini sebesar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta tiap satu orang calon TKI. “Sehingga diduga keuntungan mencapai ratusan juta rupiah,” kata Ari.

Bareskrim juga mengungkap jaringan perdagangan manusia tujuan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Ada enam pelaku yang ditangkap dalam kasus ini. Keenam pelaku berasal dari perusahaan pengirim TKI, PT Nurafi Ilman Jaya, pengurus Visa di Kedutaan Abu Dhabi, dan pihak sponsor.

Mereka adalah Fadel Assagaf (penanggung jawab, Muliati (admin), Hera Sulfawati (Pengelola penampungan), Abdul Rahman Assagaf sebagai Pengurusan Visa di Kedutaan Abu Dhabi, Husni Ahmad Assagaf (Direktur) serta H Abdul Badar (sponsor).

Korban yang diselamatkan berjumlah 10 orang, masing-masing berinisial AN, AR, MY, NJ, JR, NF, SW, AN, dan NN.Foto-Bersama1

About admin

Pemantau Perdagangan Manusia

Comments are closed.

Scroll To Top