Home / Berita / Derita Anak Bangsa Sebagai TKW
Derita Anak Bangsa Sebagai TKW

Derita Anak Bangsa Sebagai TKW

LANJUTAN KRONOLOGI TKI

Yang namanya wanita cemburu semua di mata mereka salah, kerja salah, ini salah, semua salah. Bahkan saya bertanya sama majikan perempuan saya, “ kenapa kamu buang nafsunya ke saya”, kalau ada masalah dengan suami, kenapa saya yang disalahkan. Dia diam enggak mau jawab. Pernah si madam menjawab bukan karena kamu (munafik). Selain masalah dengan majikan dirumah itu juga ada masalah pelecehan seksual di luar rumah. Rumah majikan ku adalah rumah sekeluarga, disitu ada mama, bapaknya, saudara laki-laki si baba.ada 3 kepala keluarga disitu,rumah majikanku dibawah tingkat 2 rumah orang tuanya si baba & rumah saudara laki-laki si baba (majikan ku). Di dalam rumah orang tua si baba ada tinggal keponakan si baba (laki-laki kurang lebih berumur 25 tahun ). Laki-laki itu yang hamper setiap hari jika melihat saya, melakukan pelecehan seksual  sama saya. Dia megang pantat saya, ngajak dan bujuk melayani dia samapai kemaluan itu diperlihatkan ke saya dan mencoba memasukannya dari belakang ku. Saya jelas marah dong, saya pukul ,saya dorong dia, saya ancam kalau dia berani macam-macam saya teriak dan akan member tahu si baba (majikanku). Lalu dia pergi , karena sering  dan berulng-ulang dia merendahakan harga diri ku, akhirnya saya putuskan kasih tau sibaba.lalu saya pun memberitahunya dengan sejujurnya. Eh sial namanya pembantu tetap saya  selalu salah. Tidak salah disalahi, apa lagi salah. Malah saya dituduh genit. Ya aku sih bisa menjawab sendiri namanya satu keluarga ya enggak mungkin bela pembantu miskin dan lemah.

Akhirnya saya telan sendiri kepahitan dan tantangan hidp yang saya jalani di Saudi. Karena cemburu, tuduhan fitnah berzina, pelecehan seksual dan gaji yang ditahan, akhirnya saya berontak kaya orang gila minta ke kantor. Majikanku memang antar saya ke kantor tapi bukan kantor cabang PT. AJI. Kantor lain, di kantor itu saya bilang keluhan-keluhan saya, saya ceritakan semua tetap saja enggak ada jalan keluarnya. Mereka tetap ajach kerja sama karena sama kawan. Orang arab tetap saya ujung-ujungnya disuruh sabar. Tapi saya bersi keras enggak mau karena masalah di majikan itu sudah keterlaluan. Kesabaran ku sudah habis.karena majikan yang lelaki enggak mau melepaskan saya. Akhirnya  baba dengan pemilik kantor (bos) bekerja sama, agar saya di suruh fikir-fikir dulu. Saya diperbolehkan istirahat dan mikir di rumah bos itu selama satu minggu,saya disana dan 2 minggu lagi saya bekerja di rumah yang ditawarkan oleh bositu. Dari pada mentok makan tidur di rumah bos itu lalu saya pergi bekerja kerumah yang ditawari bos pada saya.  Sambil saya bepikir mau kembali ke majikan pindah lagi ke majikan lain. Saya  pergi bekerja kerumah orang yang dikasih bos saya itu selama 2 minggu. Ya ALLAH rumahnya sebesar gedung, 2 tingkat belum lagi halamannya yang luas. Mestinya rumah sebesar itu ada 2 atau 3 orang pembantu, besar banget. Saya enggak sanggup, akhirnya kembali bekerja di rumah majikan ku (BABA AIMAN). (Bekerja 2 minggu disana gak ada gaji). Bekerja dan bekerja akhirnya masalah besar datang lagi,samapi mereka main tangan: madam mukul saya dan baba pun ikut mukul saya karrena cemburunya semakin buta si madam mencakar muka saya berkali-kali, samapai-sampai muka saya lecet dan berdarah karena cakaran kukunya, akhirnya saya membela diri dan mendorong dia agar berhenti memukul saya, lalu dia pun semakin panas dan mengusirku. Saya pergi dan sembunyi di kolom paling bawah rumahnya. Mereka mencari saya, sampai-sampai mereka ketakutan dan memberitahu kepada semua keluarganya. Si baba mencari Saya di luar dengan mobil. Setelah hatiku merasa tenang dan enggak takut banget, saya naik ke atas saya naik keatas rumah mamanya si baba meminta pertolongan. Eh bukanya [erlindungan yang saya dapatkan malah sebaliknya, datang majikan laki-laki menyeret dan memekul saya lagi untuk ikut turun kebawah dan kerumah dia. Saya pun pergi, tiada berdaya.

Di dalam rumah itu saya dikurung dan di kunci, dapur dikunci takut, saya kabur ke polisi selama 1 minggu saya di kurung menahan lapar dan haus. Saya dikasih makan tapi tidak seperti kasih makan manusia. Maksudnya sedikit, hanya untuk ganjal perut tidak sampai perut kenyang. Saya pura-pura merasa bersalah dan saya katakan saya akan bekerja sama dengan dia sambil menunggu saya dipulangkan. Sunggguh saya enggak tau apa-apa yang harus saya lakukan dirumah itu, saya dan baba saja. Isterinya nginap dirumah mamanya sama anak-anaknya. Selama 1 minggu lebih saya dan baba berdua  di rumah, sampai dia mencoba mengambil hati saya pura-pura sok baik, saya pun masakin dia, tapi terus terang saya gemeteran, ketakutan berduaan sama si babadirumah itu. Semaunya dia aja keluar masuk kamar tempat saya tidur, saya pun takut. Apa maksudnya, lalu saya coba ngomong sama baba, dimana madam?? Dia kaku menjawab. Enggak baik saya sama si baba dirumah berdua. Dalam Al-Qur’an,saya bilang ada perempuan dan laki-laki dalam satu rumah, yang ketiganya adalah syaitan. Dia seperti ketakutan saya bilang seperti itu, lalu dia pun marah-marah, saya nggak mau kamu katanya. Kamu pikir saya jahat saja, katanya dengan marah, lalu saya jawab saya nggak nuduh baba jahat ingin meniduri saya, tapi saya bilang enggak baik kita berdua begini selama seminggu lebih, saya takut, saya bilang apa adanya. Lalu dia pun pergi. Dengan cepat saya mencari buku pedoman TKI, lalu saya bacakan cara mengatasi permasalahan. Dan akhirnya saya mencoba menelpon KBRI Jeddah meminta pertolongan, lalu di anggat, lalu saya bilang “bapak tolong saya, saya ini TKW asal Indonesia dari PT. AJI AYAH BUNDA SEJATI. Saya ceritakan masalah saya semua, lalu bapak itu bilang,” kamu bisa keluar nggak dari rumah itu. Kamu keluar dari rumah itu, lalu pergi ke kantor Haji katanya. apa nama kantor haji itu pak? Tanya saya lagi.. Sarah maor jawabnya”.

Alhamdulillah saya bisa kabur panjat tembok tinggi dan dibawah seorang ustad, mudah kekantor polisi. Saya sebenarnya minta sama ustad itu mengantar  ke kanto haji, tapi dia tidakmau,katanya polisi ajach. Kalau saya bawa kamu ke kantor haji, masalah besar nanti katanya. Kemudian saya diserahkan ke polisi, dan polisi menelpon majikan ku, lalu majikan ku ngambil saya dengan ustad juga pulang kerumahnya. Sampai saya bisa pulang ke Indonesia, tapi saya enggak tau siapa yang salah, sudah minta bantuan ke polisi, tetap saya gaji ak bisa di ambil. Minta dimajikan, jawab saya sudahdi ambilhukuman katanya. Hukum yang mana ? bingung, saya bekerja selama 1 tahun,sama majikanku yang terakhir,saya hanya bisa ngambil gaji 5bulan saja, sisanya 7 bulan belum di ambil. Saya waktu pulang dibandara,saya dikasih 500 real karena dia tahu saya bukan orang Jakarta. Kampungku jauh diluar Jawa, makanya dia kasih saya uan, biar bisa sampe rumah. Nomor telpon rumah AIMAN RABAH ALAHMAHDI 04827071.

 

Tambahan :

– Sebelum pulang saya dipukul dan dipaksa nanda tanganibukti peberian gaji selama  1 tahun, padahal 7 bulan gaji saya belum diambil (benar-benar jahat). Nomor HP AIMAN RABAH ALAHMAHDI +9665006747700.

– Dikantor juga yang bukan kantor cabang PT. AJI AYAH BUNDA SEJATI, sayadi paksa lagi nanda tangani surat, katanya biar cepat pulang ke Indonesia. Dimana keadilan di muka bumi ini, bahkan polisi madina yang katanya menerapkan hukum ISLAM, kok gajiku gak bisa diambil. Bunda tolong saya, sebelum saya pulang ke Indonesia,saya diproses di kantorpolisi madina. Jadidi sana saya ceritakan semua sama polisi. Saat saya ceritakan, kelihatanya majikan saya dipersalahkan oleh polisi madina. Jadi di sana saya ceritakan semua sama polisi. Apalagi, pas saya ceritakan, mulut satya lecetakibat kena pukul, langsung polisi menyuruh majikan saya membawa kerumah sakit. Dirumah sakit, saya diperiksa darah, katanya darahku down (turun) dan mereka bilang pasti ada apa-apa dengansaya. Lalu petugas RS bertanya sama saya, katanya “kamu dipukul majikan ya? Saya lama menjawab karena disitu adamajikan saya dan ibunya. Petugas RS terus memaksa lalu saya menjawab “y”. lalu mereka Tanya lagi di mana kamu pukul (sakit), saya menjawab “kepala tangan,panta,t, (badanku semua sakit) kata saya. Setelah itu, saya dan majikan saya pergi lagi kekantor polisi dan menyerahkan hasil (kertas) dari Rumah sakit.

 

 

Jakarta, 27 Oktober 2011

 

 

 

M E L I A N A

 

*gambar hanya ilustrasi

About admin

Pemantau Perdagangan Manusia

Comments are closed.

Scroll To Top