Home / Berita / Pengakuan Korban perdagangan Manusia di Taiwan
Pengakuan Korban perdagangan Manusia di Taiwan

Pengakuan Korban perdagangan Manusia di Taiwan

 

TIM Pemantau Perdagangan Manusia ,mendampingi Korban Perdagangan Manusia  dengan modus penempatan TKI luar negeri ,di Bandara Soekarno hatta .

TIM Pemantau Perdagangan Manusia ,mendampingi Korban Perdagangan Manusia dengan modus penempatan TKI luar negeri ,di Bandara Soekarno hatta .

DERITA  TKI  KORBAN  MAFIA  PERDAGANGAN  MANUSIA

 

 

Saya Nadia ,aktivis dan anggota  ‘’ Yayasan Pemantau Perdagangan Manusia Human Trafficking Watch ‘’ akan menceritakan tentang Derita TKI yang telah menjadi Korban Mafia Yaitu Korban Perdagangan Manusia atau Trafficking, inilah cerita ataupun derita sang korban Mafia atau Perdagangan Manusia cerita ini di kutip dari cerita korban Perdagangan Manusia sebagai berikut  :

 

Seorang Pemuda asal dari Kampung Terbono Jawa Tengah yang serba Pas – Pas kehidupan Pemuda ini di Kampungnya sangatlah menderita, kedua Orang Tuanya atau Bapaknya yang hanyan Seorang buruh tani, dan hasilnya pun hanya Hasil Tahunan, dan sang Ibu hanya seorang Ibu Rumah Tangga, jadi kehidupan Keluarga ini sangat sengsara atau hanya cukup makan sehari – hari, maka dari itu Pemuda ini ingin merubah nasip di Kota Jakarta, akan tetapi Pemuda ini Pergi ke Kota Metro Politan yaitu Jakarta hanya sebagai Kuli Bangunan yang gajinya pun hanya cukup untuk makan sehari – hari, dan tidak bisa membantu ke dua orangnya di Kampung.

 

Maka dari itu Pemuda ini ingin merubah nasip lagi untuk bekerja ke Luar Negeri, dengan tujuan Negara Taiwan, agar dapat membantu kedua orang tuanya, dan pada akhirnya Pemuda ini di kenalkan dengan seorang Sponsor yaitu ibu SAK  oleh sepupuhnya, karena kata sepupuh sang Pemuda ini ingin bertemu dengan ibu Sak, adalah seorang Penyalur tenaga kerja Keluart Negeri atau Sponsor, pada akhirnya Pemuda inipun mau dikenalkan atau bertemukan dengan ibu Sakini yang akan menjadi Sponsornya. Walau pun sebelumnya Pemuda ini belum tahu atau hanya mengenalnya lewat sepupuhnya, Dan Pemuda ini pun dibawa oleh sepupuhnya untuk bertemu dengan ibu Sakini untuk diproses bekerja keluar Negeri, dan mereka bicara langsung dengan ibu Sakini, Dan Pemuda inipun pergi ke Kota Jakarta, sebelum sang Pemuda berangkat ke Jakarta Pemuda ini pernah menanyakan masalah gaji potongan dan gajinya berapa kepada Sponsor atau Ibu SAK,  lalu Sponsor pun menjawab bahwa masalah potongan gaji di Negara Taiwan selama 10 (sepuluh) Bulan. Dan Sponsor pun bersedia untuk mengurus semua berkas/dokumen Pemuda ini, yaitu :  (1). KTP  (2). AKTE   (3). Kartu Keluarga, Dan Pemuda ini beserta kedua kawannya pun mempertanyakan lagi, mau di masukan ke PT apa dan dimana letak atau alamat PT nya. lalu Sponsornya menjawab ada di Jakarta, tepatnya Kota Depok. Dan pada saat berangkat ke Jakarta Korban dari Mafia ini pun berangkat setelah berkas / dokumennya sudah di urus sama Ibu SAKINI.

Lalu Pemuda inipun di daftarkan di PT. SUMAJAYA, setelah Pemuda ini dan Kedua temannya di daftarkan ke PT tersebut lalu merka bertiga di izinkan pulang terlebih dahulu,sambil menunggu Panggilan dari PT Tersebut, selang beberapa bulan Pemuda dan kedua temannya menunggu dengan sabar, lalu mereka mendapat panggilan dari PT, tapi tidak juga ada kabar dari PT, sesampainya mereka bertiga di Jakarta atau PT. SUMAJAYA belum juga ada kepastian kapan berangkat atau kapan terbang ke Negara tujuan mereka, dan akhirnya Ibu Sakini Bertemu dengan Seorang TKW, lalu setelah itu ibu Sakini di kenalin dengan Ibu Lilis oleh TKW tersebut, dan akhir Ibu Sakini mencabut Berkas / Dokumen yang sudah masuk di PT. SUMAJAYA, dan akhir membawa ke rumah Calo atau Agent, lalu mereka dipertemukan dengan ibu Lilis, dan kata ibu Lilis dia bisa memproses atau memberangkatkan dengan cepat ke Negara Taiwan, dan katanya juga di Taiwan sudah banyak JOP / Pekerjaan, ditambahkan lagi oleh ibu Lilis Proses yang mereka jalani  tidak samapi 2 (dua) Bulan dan sudah bisa berngakat atau terbang ke Negara Taiwan, lalu mereka bertiga disuruh pulang untuk menunggu kabar dari Ibu Lilis, menunggu kabar dari Ibu Lilis, akhir mereka menunggu hampir 4 (empat) Bulan belum juga ada setelah itu Pemuda ini dan kedua temannya menghubungi ibu Lilis, kapan mereka akan diberangkatkan. Dan akhirnya ibu Lilis menghubungi mereka bertiga katanya Tgl. 10 Juli 2015 mereka bertiga akan diberngakatkan ke Negara Taiwan. Dan pada Tgl. 30 Juni 2015 mereka disuruh datang ke Jakarta atau ke rumah ibu Lilis, dan sesudah sampai di rumah ibu Lilis. Dengan di Imingi – Imingi sudah ada JOP / Pekerjaan di NegaraTaiwan, dan diimingi – imingi juga gaji besar sekitar 27.000 NT samapi 30.000 NT, dan hanya dipotong gaji 1 (satu) Bulan, sebagai buruh pabrik di Negara Hongkong dijanjikan bekerja sebagai pekerja antara lain : sopir, buruh bangunan, restoran, bengkel dengan dijanjikan gaji hampir sama dengan di Taiwan.Akhirnya mereka pun terpengaruh atau bujukan rayu oleh ibu Lilis, dengan tawaran gaji besar serta potongan gaji kecil, dan setelah itu Ibu Lilis meminta untuk pengurus ASURANSI pembayaran atau Adminitrasi, dan akhirnya mereka pun melakukan pembayaran tersebut, di rumah Ibu Lilis senilai Rp. 27.000.000,00 ( dua puluh  tujuh juta ), dan uang yang sudah mereka serahkan kepada Sdri. Lilis sebesar Rp. 27.000.000,00 ( dua puluh  tujuh juta ). Akan tetapi mereka diberitahu katanya Ibu Lilis mereka tidak bisa bekerja ke Negara Taiwan, katanya mereka bertiga ditolak.

 

Lalu Ibu Lilis pun menawarkan kepada mereka untuk bekerja ke Negara Hong Kong dan katanya di Negara Hong Kong sudah banyak JOP / Pekerjaan dan kata Ibu Lilis tinggal pilih Pekerjaannya, dan mereka di janjikan dapat bekerja Resmi di Negara Hong Kong, selang beberapa hari mereka disuruh oleh ibu Lilis belajar Bahasa Kantonis, atau Bahasa Hong kong dan mereka hanya belajar selama 10 (sepuluh) hari, Tapi sebelum mereka berangkat, mereka pun menukarkan uang Rupiah atau Dolar Hong Kong sebasar Rp. 2700, kalau di kru kan atau dirupiahkan menjadi Rp. 4.635.900,00 ( empat juta enam ratus tiga puluh lima ribu sembiln ratus rupiah ).

 

Tapi lalu mereka di ombang ambingka oleh Ibu Lilis, tujuan Taiwan di alikan ke Hong Kong, lalu di alihkan lagi ke Taiwan, dan pada akhirnya mereka di berangkatkan di Negara Hong Kong, dan Ibu Lilis menjanjikan bahwa di Hong Kong sudahbanyak JOP / PEKERJAAN yang gajinya sama dengan Negara Taiwan, tepat pada Tgl. 11 Juli 2015, dan kami pun diberangkatkan ke Negara Hong Kong, mereka pun di hantar ke AGENTCY Hong Kong oleh Bpk. NOVI sebagai (TEKONG). Dan mereka bertiga sempat dikengsel tiket Pesawat, karena keterlambatan atau setengah di hambat oleh pihak Imigrasi, karena masalah VISA yang bermasalah. Dan mereka pun mengeluarkan biaya pembelian tiket yang ke dua kali nya sebesar Rp. 1.000.000,00 ( satu juta rupiah ), yang diminta oleh ibu Lilis. Sesampainya di AGENTCY Hong Kong, mereka berusaha mencari Pekerjaan yang dijanjikan oleh Ibu Lilis di Negara Hong Kong, tapi mereka sudah bertanya kemana – mana manun tidak ada JOP / Pekerjaan untuk laki – laki, dan harapannya sangat tipis / kecil untuk mendapat pekerjaan di Hong Kong kata Agentcy.

 

Kehidupan mereka bertiga sangatlah sedih dan sengsara sewaktu di Negara Hong Kong, karena mereka harus hidup bergantung terhadap sesama TKI / TKW di Hong Kong, dan makan mereka bertiga hanya menunggu belas kasihan para TKI / TKW yang sudah bekerja di Negara Hong Kong, dan di Negara Hong Kong mereka bertiga selalu mencari daun papaya, lamtoro / melanding / pete china, dan mencari ikan kecil – kecil di sungai kecil untuk di tukarkan makanan di toko Indonesia yang berada di Negara Hong Kong, selama kurang lebih hampir 1 (satu) Bulan mereka mencari sedikit bahan atau apapun untuk makan, karena tidak ada kepastian untuk Pekerjaan yang dijanjikan oleh Ibu Lilis, akhirnya mereka minta untuk di pulangkan ke Indonesia atau Jakarta, karena mereka takut karena VISA, mereka menunggu hampir 1 (satu) Bulan masih tidak ada kepastian kapan bias bekerja, karena tidak juga ada pekerjaan akhirnya mereka minta agar cepat dipulang ke Indonesia, karena masa berlaku VISA yang sudah mau habis jangka waktunya.

 

Akhirnya Sponsor mereka mengadukan kepada ‘’ Yayasan Pemantau Perdagangan Manusia atau Human Trafficking Watch ‘’ pada Tgl.30 Juli 2015 tepat hari Jum’at lewat telpon, dan pada Tgl. 3 Agustus 2015, tepat hari senin sekitar jam 14:00 WIB, meminta bantuan  untuk mendampingi dan menjemput para korban Perdagangan Manusia, dan untuk  menyelamatkan kertiga para TKI / TKL, atas Petunjuk seseorang, dan akhirnya mereka dipulangkan dari Negara Hong Kong, dan akhirnya mereka pun di jemput oleh Anggota PPM, pada Tgl. 4 Agustus 2015 tepat jam 9:30 WIB, di Bandara Soekarno – Hatta Terminal 2D, dan pada saat itu mereka bertiga dipanggil oleh seseorang, yaitu Anggota PPM, an. Ibu Ngatyem dan Pak Iskandar, serta Budi rekan dari Ketua Umum PPM atau pak Iskandar, dari Pihak PPM, dengan rasa takut serta gembira mereka bertiga pun mengikuti Anggota PPM, dan mereka bertiga dibawa oleh PPM ke kantor PPM, sesampai di kantor PPM dan merekapun di suruh Istirahat, dan sampainya mereka bertiga akhirnya di wawancarai oleh Pihak PPM, dan membawa salah satu TKI / TKL ke Kapolres di Kota – Depok, untuk melaporkan atas perbuatan Sdri. Lilis, atau bikin Laporan Polisi (LP), dengan di damping oleh Anggota PPM. Dan kedua temannya di hantarkan ke Rumah Ibu Lilis, dan setelah salah satu korban Mafia atau korban Perdagangan Manusia sampai di Kapolres untuk bikin Laporan Polisi / LP, lalu Pemuda ini pun langsung di BAP sementara oleh Pihak Kapolres Depok, dan saksi dari pada Pelapor adalah Sponsornya sendiri atau Ibu Sakini, dan Ibu Sakini pun di Periksa oleh salah satu Aparat di Kapolres – Depok untuk di mintai keterangannya.

 

Hingga saat ini salah satu korban Perdagangan Manusia ini masih di Kantor PPM, untuk guna Pemeriksaan lanjut lanjut.

 

Demikian cerita Derita TKI  Korban  Mafia  Perdagangan  Manusia, bagi anda yang mau bekerja keluar Negeri, berhati – hati dengan para Calo ataupun Agent di Indonesia, jangan sampai Cerita ini atau Pengalam Tiga Orang TKI / TKL yang terlantar ini menimpa  anda semua.

 

 

About admin

Pemantau Perdagangan Manusia

Comments are closed.

Scroll To Top